Rabu, 13 Juni 2012

Ciri-ciri Ayam Sakit

Untuk memperoleh hasil yang
optimal dalam budidaya/
pemeliharaan ayam buras harus
memperhatian kesehatan
ternaknya yang dapat
mempengaruh produksinya.
Kesehatanmerupakan salah
satu aspek yang perlu
diperhatikan dalam budidaya
ayam buras . Ayam buras yang
kondisinya lemah akan mudah
sekali terserang penyakit baik
yang menular maupun yang
tidak menular. Budidaya ayam
buras harus memperhatikan
hal-hal yang berkaitan dengan
kesehatan ternaknya (ayam
buras/kampung).
Olehkarena itu, untuk
memperoleh hasil yang optimal
dalam budidaya ayam buras
harus memperhatian kesehatan
ternaknya khusus mengenai
gejala/tanda-tanda suatu
penyakit, penyebab,
pengendalian dan
pencegahannya. Pada umumnya
penyakitternak dapat
disebabkan oleh mikroba
(bakteri, virus dan protozoa),
parasit (eksternal maupun
internal), jamur atau karena
gangguan/kelainan
metabolisme(termasuk di
dalamnya karena defisiensi
nutrisi ataupun kena racun).
Secara umum kita bisa
membedakan antara ayam
sehat dan ayam sakit. Ciri-ciri
ayam sehat , yaitu : kondisi
tampilan secara umum terlihat
hidup dan lincah, bobot badan
normal baik, pertumbuhannya
normal, mata hidup berbinar,
kloaka/dubur besar dan lembut
serta lembab memerah, kulit
lembut dan segar, jengger
merah. Sedangkan ciri-ciri ayam
yang sakit, yaitu : kondisi
terlihat redup dan bergerak
lamban serta diam saja, bobot
badan ringan, pertumbuhan
lamban bahkan kuntet, mata
redup, kloaka/dubur mengkerut
agak mengeras dan pucat, kulit
keriput dan kering, jengger
pucat.
Penyakit yang sering
menyerang ayam buras , antara
lain : NCD ( New Casttle Disease)
yang biasa dikenal ND atau
Tetelo, Kolera, Coccidiosis
( berak darah), Snot (pilek
ayam), Pullorum (berak kapur).
Contoh penyakit yang sering
menyerang ayam buras dan
pencegahannya, antara lain:
1. Penyakit NCD (New Casttle
Disease) atau Tetelo juga
dikenal sebagai penyakit ND
dan penyakit ini tidak dapat
diobati, dengan tanda-tanda
penyakit sebagai berikut : ayam
malas tidak mau makan; kepala
selalu dimasukkan ke bawah
dalam keadaan patah leher
berputar; hidung, paruh dan
tenggorokan berlendir; kotoran
berwarna kehijau-hijauan encer
bercampur putih; pernapasan
terganggu disertai ganguan
syaraf. Untuk pencegahan
penyakit Tetelo, yaitu : ayam
yang sakit dipisahkan dari
kelompoknya; ayam yang sehat
divaksin dan jangan sekali-kali
memvaksin ayam sakit, anak
ayam umur 1 - 4 hari divakasin
dengan menetaskan pada
mulut, mata, dan anus masing-
masing 1 tetes dengan vaksin
strain F; ayam dewasa divaksin
dengan strain K 0,2 mililiter/
ekor melalui suntikan. Melalui
air minum, 1 ampul untuk 50
ekor dewasa /100 ekor anak
ayam umur 2 bulan; jadwal
vaksin untuk umur 1-4 hari,
umur 2 bulan dan umur 4
bulan , kemudian diulangi
setiap 4 bulan sekali.
2. Penyakit Kolera, penyakit ini
sangat berbahaya dapat
mematikan ayam secara tiba-
tiba/mendadak dengan tanda-
tanda sebagai berikut : kotoran
berwarna coklat dan lunak serta
sangatbau; bulu kusut dan
nafsu makan turun; ayam yang
terserang mati secara tiba-tiba
paling lama bertahan hidup 1 -
2 hari. Sedangkan pencegahan
penyakit Kolera pada ayam
buras, sebagai berikut :
pisahkan ayam yang terserang
dari kelompoknya, sanitasi atau
jaga kebersihan kandang.
Pengobatannya, yaitu : dapat
diobati dengan obat-obat
antibiotik sesuai aturan yang
tersedia/dijual di toko poltry
atau toko unggas.
3. Penyakit Coccidiosis, tanda-
tandanya ,yaitu : kotoran
bercampur darah; nafsu makan
turun; ayam lesu; ayam
menyendiri dan bulu kusut.
Untuk pencegahannya, yaitu :
pisahkan ayam yang terserang/
terkena penyakit coccidiosis
dari kelompoknya dan sanitasi
kandang. Sedangkan
pengobatannya, yaitu : berikan
obat - obat sulfa ( Trisulfa)
dalam minuman.
4. Penyakit Snot, tanda-
tandanya, yaitu : ayam suka
bersing-bersing dan keluar
lendir dari hidung serta lama
(ingusnya kental); ayam susah
bernapas dengan mulut; nafsu
makan menurun; badan ringan;
kelihatan lemas dan malas.
Sedangkan pencegahannya,
yaitu : pisahkan ayam yang sakit
darikelompoknya ,
pengobatannya ayam yang
terserang disuntik dengan
tetra-ciclin 0,1 mililiter , untuk
ayam umur 2 bulan dan 0,2
mililiter untuk ayam dewasa.
5. Penyakit Pullorum,
penyebabnya adalah salmonella
dan tanda-tandanya, yaitu :
ayam kelihatan mengantuk dan
bergerombol pada suatu
tempat; kotoran berwarna
putih/berkapur; bulu pantat/
anus kotor; nafsu makan dan
produksi menurun. Untuk
pencegahannya, yaitu : ayam
yang sakit/terserang dipisahkan
darikelompoknya dan sanitasi
kandang. Sedangkan
pengobatannya, yaitu : berikan
obat sulfa/trisulfa dalam
minuman secara berkala.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Klou mau berkomentar yg sopan ya!!